Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Penemuan Akhmad Syukri Nazri Penarik, Wali Kota Sibolga Setelah 4 Hari Hilang Kontak di Tengah Bencana


Penemuan Akhmad Syukri Nazri Penarik, Wali Kota Sibolga Setelah 4 Hari Hilang Kontak di Tengah Bencana





Sibolga / Sumatera Utara, 28 November 2025** — Setelah sempat dilaporkan hilang kontak sejak 25 November 2025 akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sibolga dan sekitarnya, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Ia terpaksa berjalan kaki selama empat hari penuh melintasi jalur longsoran antara Sibolga dan Tarutung — rute yang sempat terputus total akibat longsor dan banjir besar. 






 ✅ Fakta Penemuan

* Penemuan Wali Kota dikonfirmasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala BNPB Suharyanto pada konferensi pers, Jumat (28/11/2025). Kondisinya disebut sehat dan stabil. 



* Dalam pernyataan Suharyanto: meskipun terlihat kelelahan, “mukanya segar,” menunjukkan bahwa Wali Kota dalam kondisi selamat secara fisik. 



* Menurut pengakuan Wali Kota sendiri, ia harus berjalan kaki selama empat hari karena terjebak di area longsoran dan banjir—jalur darat normale tak bisa dilalui. 



 “Beliau berkata: ‘Saya jalan kaki Pak 4 hari’.” — Suharyanto, Kepala BNPB 

-

🌪️ Konteks Bencana dan Dampak Nyata

Kisah Wali Kota Sibolga — seorang pejabat publik — yang harus melewati empat hari berjalan kaki di tengah bencana, menjadi gambaran nyata dan dramatis dari skala kerusakan dan krisis akses akibat banjir & longsor:


* Longsor dan banjir telah memutus akses jalur darat antara Sibolga dan Tarutung, membuat kendaraan tak bisa melewati. Situasi ini memaksa siapa pun — termasuk pejabat — untuk mencari jalan sendiri lewat jalur darurat atau berjalan kaki.

 
* Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak wilayah terdampak kemungkinan besar terisolir — menyulitkan evakuasi, distribusi bantuan, dan mobilisasi bantuan logistik ke masyarakat terdampak.


* Kejadian ini menunjukkan bahwa status sosial atau jabatan tidak menjamin kekebalan dari dampak bencana — saat infrastruktur runtuh, semua berada pada risiko yang sama.



🔔 Implikasi & Seruan Aksi Cepat

Peristiwa dramatis ini harus menjadi **wake-up call** bagi semua pihak: bahwa bencana bisa melumpuhkan daerah — dan bahkan pejabat tertinggi daerah pun bisa menjadi korban isolasi.

Oleh karena itu, dibutuhkan:

* **Evakuasi cepat & restorasi akses**: Pemerintah pusat & daerah, bersama BNPB/BPBD, TNI–Polri, relawan kemanusiaan — harus segera membuka jalur transportasi darat, laut, atau udara ke daerah terdampak agar bisa menyalurkan bantuan dan evakuasi korban.


* **Distribusi bantuan logistik darurat**: makanan, air bersih, obat-obatan, tenda/tempat pengungsian, penerangan darurat, komunikasi darurat — agar warga terdampak bisa bertahan hidup dengan layak.


* **Pendataan warga hilang & korban isolasi**: Karena jalur komunikasi dan transportasi lumpuh, banyak warga mungkin belum bisa melapor; perlu upaya intensif untuk memetakan korban hilang, isolasi, dan kebutuhan darurat mereka.


* **Transparansi dan informasi publik**: Publik perlu memperoleh update cepat, termasuk titik pengungsian, status jalan, kontak darurat, agar keluarga dan relawan bisa terhubung dan memberikan bantuan.




📌 Kesimpulan — Dari Kisah Heroik ke Seruan Soliditas & Aksi Cepat

Penemuan Wali Kota Sibolga dalam kondisi selamat setelah berjalan kaki empat hari di tengah longsor dan banjir — adalah kisah heroik. Namun lebih dari itu, kisah ini menggambarkan betapa rapuh dan gentingnya situasi ketika bencana melanda: jalur putus, akses lumpuh, mobilisasi terhambat — hal yang bisa dialami siapa saja.



Mari jadikan momen ini sebagai panggilan solidaritas: agar semua pihak — pemerintah, masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan — bersatu mempercepat upaya penyelamatan, distribusi bantuan, dan pemulihan wilayah terdampak. Karena ketika bencana datang, kita semua berada di garis yang sama.



Semoga langkah cepat dan bersama dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dan mengurangi penderitaan saudara-saudara kita yang terdampak.(TIM)