Medan, Tokoh masyarakat Mandailing Natal dari keluarga besar ALS, Chandra Lubis, memberikan apresiasi tinggi kepada Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, yang dinilai menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap para jemaah haji dengan hadir langsung mengantar keberangkatan mereka hingga ke Asrama Haji Medan, Senin (27/4/2026).
Bagi Chandra, kehadiran Atika bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan, melainkan bentuk nyata kedekatan pemimpin dengan masyarakat dalam momentum ibadah yang sangat sakral.
Sebanyak 342 jemaah haji asal Madina yang tergabung dalam Kloter 6 Embarkasi Medan tiba di Asrama Haji Medan menggunakan 11 bus ALS setelah menempuh perjalanan panjang dari Panyabungan menuju Medan. Dalam rombongan itu, Atika turut mendampingi langsung bersama sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Menurut Chandra, di tengah padatnya agenda pemerintahan, kehadiran Wakil Bupati hingga ikut mendampingi perjalanan panjang menuju Medan menjadi pesan moral yang sangat kuat bagi masyarakat.
“Ini bukan soal hadir secara formal, tetapi soal hati. Ibu Atika menyempatkan diri datang langsung bersama jemaah, menempuh perjalanan panjang dari Panyabungan ke Medan, sekitar 13 jam perjalanan. Itu menunjukkan kepedulian yang tulus,” ujarnya.
Chandra Lubis sendiri berasal dari keluarga besar ALS, perusahaan transportasi legendaris yang lahir dari Mandailing Natal dan dikenal luas sebagai salah satu pionir angkutan lintas Sumatera hingga Pulau Jawa sejak puluhan tahun silam.
Bagi masyarakat Mandailing, ALS bukan hanya perusahaan transportasi, tetapi juga bagian dari sejarah sosial yang menghubungkan kampung halaman dengan berbagai kota besar di Indonesia. Dari lintas Sumatera hingga Jawa, bahkan menjangkau wilayah Indonesia timur, ALS telah menjadi simbol perjalanan, perjuangan, dan pelayanan masyarakat.
“ALS sejak dulu bukan hanya bisnis angkutan. Ada nilai sosial yang besar di dalamnya. Banyak masyarakat Mandailing Natal di seluruh Sumatera dan Jawa yang tumbuh bersama perjalanan ALS. Karena itu, ketika kami ikut mengantar jemaah haji, ini bukan sekadar soal transportasi, tetapi bagian dari pengabdian sosial,” katanya.
Ia menilai perhatian Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal terhadap jemaah haji tahun ini sangat terasa, terutama dengan kehadiran langsung Wakil Bupati Atika yang membantu para lansia turun dari bus, menyapa keluarga jemaah, hingga memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Menurut Chandra, sikap seperti itu menjadi cerminan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat dan penting dalam membangun kehidupan religius masyarakat.
“Kehadiran pemimpin dalam momen seperti ini sangat berarti. Haji adalah perjalanan spiritual yang besar. Ketika pemerintah hadir, masyarakat merasa dihargai dan didampingi. Ini yang membuat hubungan antara pemimpin dan rakyat menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Ia berharap kepedulian seperti ini terus dipertahankan karena bukan hanya membantu kelancaran penyelenggaraan haji, tetapi juga memperkuat nilai keagamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Mandailing Natal.
Di tengah deretan 11 bus ALS yang mengantar para tamu Allah menuju embarkasi, perjalanan itu bukan sekadar perpindahan dari kampung halaman ke Asrama Haji, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan rakyat dalam melepas langkah suci menuju Tanah Haram.

