359 Jemaah dan Petugas Kloter 03 Debarkasi Medan Kembali ke Tanah Air, Ketua PPIH: Kemabruran Haji Harus Terjaga Sepanjang Hayat


 

DPD GNI


 

Advertisement

GNI TV

359 Jemaah dan Petugas Kloter 03 Debarkasi Medan Kembali ke Tanah Air, Ketua PPIH: Kemabruran Haji Harus Terjaga Sepanjang Hayat

Media suararakyat
Kamis, 04 Juni 2026


Medan  Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai penyambutan kepulangan 354 jemaah haji dan 5 petugas Kelompok Terbang (Kloter) 03 Debarkasi Medan yang tiba kembali di Tanah Air usai menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Rombongan yang berjumlah 359 orang tersebut mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada Kamis (04/06/2026) sekitar pukul 15.26 WIB dan selanjutnya diterima secara resmi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj.


Kloter 03 terdiri atas jemaah asal Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Deli Serdang, Asahan, Langkat, Mandailing Natal, dan Simalungun. Berdasarkan data PPIH Debarkasi Medan, jumlah jemaah mencapai 354 orang yang terdiri dari 138 laki-laki dan 216 perempuan, didampingi lima petugas kloter yang bertugas memberikan pelayanan, pembinaan, dan pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji.


Hadir dalam kegiatan penyambutan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., Kabiro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara H. Abu Kosim Nasution, Kabag Kesra Kota Pematangsiantar Irwansyah Saragih, S.Sos., M.Si., Sekretaris PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan Dr. H. Torang Rambe, M.Ag., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pematangsiantar H. Luhut Ritonga, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan H. Bambang Irawan Hutasuhut, perwakilan PT Garuda Indonesia, jajaran PPIH dan PPPIH, serta keluarga jemaah yang turut menantikan kepulangan sanak saudara mereka.


Dalam sambutannya, Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah Kloter 03 dalam keadaan selamat dan mengajak para jemaah untuk mempertahankan nilai-nilai ibadah yang telah ditempa selama berada di Tanah Suci.


Menurutnya, perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Baitullah, tetapi juga perjalanan spiritual yang harus membekas dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air.


“Kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji. Kerinduan untuk berangkat ke Tanah Suci telah terobati dan kini kerinduan untuk kembali berkumpul bersama keluarga juga telah terwujud. Namun perlu diingat, ibadah haji boleh selesai, tetapi ibadah kepada Allah SWT berlangsung sepanjang hayat,” ujar Zulkifli.


Ia menegaskan bahwa kemabruran haji harus tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik.


“Haji mabrur menuntut adanya perubahan nyata. Menjadi pribadi yang lebih jujur, lebih disiplin, lebih peduli terhadap sesama, lebih taat beribadah, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.


Zulkifli juga mengingatkan para jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama masa adaptasi setelah kembali dari Arab Saudi. Menurutnya, perubahan cuaca, perbedaan waktu, dan aktivitas selama menjalankan ibadah haji memerlukan penyesuaian kembali ketika berada di Indonesia.


Pada kesempatan tersebut, PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan memberikan selempang apresiasi kepada petugas Kloter 03 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan. Penghargaan tersebut diserahkan kepada Ketua Kloter Syarifuddin dan Dokter Kloter dr. Lisa Yihaa Raadhiyah sebagai perwakilan petugas.


Sementara itu, perwakilan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan, dr. Indah, mengingatkan seluruh jemaah agar melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari pascakepulangan.


Ia menjelaskan bahwa masa pemantauan tersebut penting untuk mendeteksi kemungkinan munculnya gejala penyakit yang memiliki masa inkubasi hingga tiga pekan setelah perjalanan internasional.


“Mulai tanggal 4 hingga 25 Juni 2026, kami mengimbau seluruh jemaah untuk membatasi interaksi yang tidak perlu, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker apabila diperlukan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, atau nyeri tenggorokan,” jelasnya.


Ia juga meminta jemaah untuk menyampaikan riwayat perjalanan haji kepada tenaga kesehatan apabila melakukan pemeriksaan di puskesmas atau rumah sakit sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.


Usai rangkaian acara penyambutan dan pembinaan kesehatan, panitia mengatur proses pengambilan koper berdasarkan nomor manifes secara tertib sebelum jemaah melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing untuk kembali berkumpul bersama keluarga.


Kepulangan Kloter 03 Debarkasi Medan tidak hanya menjadi akhir dari perjalanan panjang menunaikan Rukun Islam kelima, tetapi juga menjadi awal pengabdian baru sebagai haji dan hajjah yang diharapkan mampu menebarkan nilai-nilai keteladanan, persaudaraan, dan kemaslahatan di tengah masyarakat. Dengan membawa predikat haji mabrur, para jemaah diharapkan menjadi agen perubahan yang menghadirkan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya