MEDAN Komitmen Polrestabes Medan dalam memberantas narkoba kembali dibuktikan. Setelah sebelumnya "meratakan" sarang narkoba di Sei Mencirim, kini giliran bantaran Rel Kereta Api Tembung jalur Medan-Kualanamu yang dijadikan sarang narkoba berhasil disikat.
Penggerebekan dilakukan Sabtu (8/8) sore oleh tim gabungan Satresnarkoba Polrestabes Medan* yang dipimpin langsung Kasatresnarkoba AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP
300 Meter Sarang Narkoba Dibumihanguskan
Tim gabungan merangsek masuk dari berbagai penjuru untuk mengepung barak narkoba sepanjang 300 meter yang berdiri di bantaran rel kereta api. Lokasinya sulit diakses, harus melewati gang sempit dan menaiki tangga.
Hasilnya, 3 orang pelaku berhasil diringkus. Ketiganya memiliki peran berbeda, mulai dari pengguna, pengedar, hingga aktor intelektual di balik sarang narkoba tersebut.
Kami amankan 3 orang yang memiliki peran mulai dari pengguna, pengedar, hingga aktor intelektual dibalik sarang narkoba ini," ungkap AKBP Rafli, Minggu (9/8).
Barang Bukti Fantastis
Dari penggerebekan itu petugas menyita barang bukti dalam jumlah besar:
1. Lebih dari 3 Kilogram ganja mulai dari paket siap edar hingga yang masih berbentuk bal
2. Sejumlah paket sabu siap edar dan puluhan alat hisap
3. 2 pucuk senapan angin
4. Belasan senjata tajam yang diduga untuk menyerang petugas
"Ada sekitar 3 kilogram ganja kami sita dan sejumlah barang bukti narkoba lain. Kami juga menyita 2 senapan angin, dan belasan senjata tajam, yang kami paham betul ini akan digunakan untuk menyerang petugas," tambah Rafli.
Sempat Terjadi Perlawanan
Petugas sempat mendapat perlawanan berupa lemparan batu dari oknum warga yang diduga bagian dari sindikat. Keadaan berhasil dikendalikan setelah petugas meletuskan tembakan peringatan ke udara.
Usai penggerebekan, seluruh barak narkoba dibakar dan diratakan agar tidak digunakan lagi. Polrestabes Medan memastikan akan terus mengawasi lokasi tersebut.
Kami berkomitmen untuk seluruh pelaku baik pengedar maupun bandar, dan seluruh jaringan akan kami putus, dan hukum akan tetap kami tegakkan, pungkas Rafli.




